Peran Ibu dan Tumbuh Kembang Anak

Para dokter, khususnya dokter anak memberikan perhatian khusus pada tumbuh kembang anak sejak masa konsepsi (prenatal) hingga remaja. Hal ini dikarenakan tumbuh kembang anak terdiri dari beberapa tahap (janin, bayi baru lahir, bayi, balita, usia sekolah, remaja awal, tengah dan akhir) yang masing-masing mempunyai cara pendekatan yang berbeda.

Dua hal yang menjadi ukuran dalam tumbuh kembang anak yaitu pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran fisik anak seperti tinggi (panjang) badan, berat badan, lingkar kepala. Berat badan dan tinggi badan dapat digunakan sebagai data untuk menilai pertumbuhan anak dan status gizi. Pertambahan lingkar kepala juga perlu dipantau, karena berkaitan dengan perkembangan anak. Perkembangan merupakan bertambahnya kemampuan fungsi individu dalam hal kemampuan gerak kasar dan halus, pendengaran, penglihatan, bicara, komunikasi, emosi-sosial, kemandirian, inteligen, serta perkembangan moral.

Hal yang mempengaruhi tumbuh kembang anak antara lain faktor gen, asupan nutrisi, kasih sayang, dan stimulasi sejak dini. Faktor lingkungan sangat penting dalam pemenuhan kebutuhan dasar tumbuh kembang anak seperti “asuh” (kebutuhan untuk hidup sehat seperti nutrisi, imunisasi, higiene, pengobatan, pakaian, tempat tinggal, sanitasi lingkungan), “asih” (kebutuhan emosional seperti kasih sayang, penghargaan) dan “asah” (kebutuhan stimulasi seperti komunikasi, stimulasi bicara, gerak, sosial, moral, inteligensi). Faktor yang tak kalah penting adalah Ibu. Seorang ibu merupakan lingkungan pertama dan paling erat sejak janin di dalam kandungan (bahkan sampai remaja). Ayah, kakak, adik, nenek-kakek, pengasuh, sosial ekonomi (sarana di dalam rumah, sanitasi, sarana bermain, nilai-nilai dan aturan lainnya) merupakan faktor penting berikutnya yang mempengaruhi tumbuh kembang anak.

Peran ibu dalam tumbuh kembang anak sangat luar biasa karena asupan nutrisi dan stimulasi pada anak sudah dimulai sejak janin. Bahkan janin sudah mampu merasakan rasa makanan yang ibu makan dan mendengarkan suara ibu. Kasih sayang seorang ibu menjadi stimulasi yang terus menerus dirasakan, ditiru dan diterapkan anak, sehingga untuk menjadi seorang ibu yang baik, haruslah cerdas, hebat dan kuat.


Penulis  : Astri Tantri Indriani, dr., Sp.A., M.Kes. – Dokter Spesialis Anak RS UNS
Penyunting  : Tonang Dwi Ardyanto, dr., Sp.PK., Ph.D. – Wakil Direktur Yandiklit RS UNS

Foto: dr, Astri Tantri I., Sp.A., M.Kes. (Dok. Pribadi)

 

Komentar Anda?