
RS UNS – Dialog kesehatan bertajuk “Sleep Well, Life Better” ini menghadirkan Narasumber: dr. Linda Soebroto, Sp.P., Narasumber: dr. R. Aj. Hanindia Riani P., Sp.N., Subsp.NKI(K), serta dipandu oleh Host: Dr. dr Hendrastutik A., Sp.P(K), M.Kes, FISR. Dalam rangka memperingati World Sleep Day (Hari Tidur Sedunia), Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret (RS UNS) memberikan edukasi mendalam mengenai pentingnya kualitas tidur bagi kesehatan fisik dan mental, serta risiko penyakit kronis yang mengintai akibat gangguan tidur yang tidak tertangani.
dr. Linda Soebroto, Sp.P. menjelaskan bahwa tidur bukan sekadar fase istirahat, melainkan proses fisiologis kompleks yang diatur oleh irama sirkadian atau jam biologis tubuh. “Gaya hidup modern seperti budaya nongkrong di coffee shop hingga larut malam serta penggunaan gadget berlebih secara tidak sadar mengganggu keseimbangan tidur. Dalam jangka panjang, kebiasaan begadang ini dapat memicu penyakit serius dan ketidakseimbangan metabolisme tubuh,” paparnya.
Mengenali Jenis dan Bahaya Gangguan Tidur
Dalam dialog yang dipandu oleh Dr. dr Hendrastutik A., Sp.P(K), M.Kes, FISR, dipaparkan berbagai jenis gangguan tidur yang sering diabaikan masyarakat. dr. R. Aj. Hanindia Riani P., Sp.N., Subsp.NKI(K) menyebutkan beberapa di antaranya:
- Insomnia: Kesulitan memulai atau mempertahankan tidur.
- Obstructive Sleep Apnea (OSA): Gangguan pernapasan saat tidur yang ditandai dengan mengorok keras dan henti napas sejenak.
- Restless Legs Syndrome (RLS): Sensasi tidak nyaman pada kaki yang memicu keinginan untuk terus menggerakkannya sebelum tidur.
- Parasomnia: Perilaku tidak wajar saat tidur seperti berjalan dalam tidur (sleepwalking) atau mimpi buruk ekstrem (night terror).
“Dampak jangka pendeknya adalah penurunan konsentrasi dan emosi yang tidak stabil. Namun secara jangka panjang, gangguan tidur berkaitan erat dengan risiko hipertensi, penyakit kardiovaskular, stroke, hingga obesitas,” tambah dr. Hanindia.
![]() |
![]() |
Layanan Unggulan Polisomnografi (PSG) di RS UNS
RS UNS kini hadir dengan solusi medis mutakhir melalui layanan Polisomnografi (PSG) Level 1, yang merupakan standar tertinggi (gold standard) dalam diagnosis gangguan tidur. Alat ini berfungsi merekam aktivitas otak (EEG), irama jantung (EKG), aliran napas, serta gerakan tubuh pasien secara akurat selama tidur satu malam penuh.
Keunggulan layanan gangguan tidur di RS UNS meliputi:
- Satu-satunya di Solo Raya: RS UNS menjadi pelopor penyedia layanan Polisomnografi Level 1 terlengkap di wilayah Solo, Sukoharjo, dan sekitarnya.
- Tim Multidisiplin: Penanganan dilakukan secara kolaboratif oleh spesialis Paru, Neurologi (Saraf), THT, hingga Kedokteran Jiwa (Psikiatri).
- Tercover BPJS: Layanan pemeriksaan Polisomnografi di RS UNS telah dapat diakses menggunakan jaminan BPJS Kesehatan, memberikan kemudahan akses bagi seluruh lapisan masyarakat.
Masyarakat yang mengalami gejala seperti mengorok keras, sering terbangun di malam hari, atau merasa tidak bugar saat bangun pagi, disarankan untuk segera melakukan konsultasi di Poliklinik Terpadu RS UNS guna mendapatkan penanganan komprehensif dari tim ahli.


