Sayangi Ginjalmu

Sayangi Ginjalmu

Oleh : dr. Evi Liliek Wulandari, Sp.PD., M.Kes.

Ginjal merupakan organ yang sangat penting bagi manusia. Mengapa ginjal penting bagi hidup manusia? Ginjal memiliki beberapa fungsi yaitu mencegah penumpukan sampah, mengendalikan keseimbangan cairan dan elektrolit dan memproduksi hormon dan enzim yang mengendalikan tekanan darah dan  produksi eritrosit.

Ginjal dapat mengalami gagal ginjal. Kondisi ini terjadi dimana fungsi ginjal mengalami gangguan. Gagal ginjal dibagi menjadi dua, yaitu gagal ginjal akut dan gagal ginjal kronik. Gagal ginjal akut (GGA) adalah penurunan fungsi ginjal yang terjadi mendadak dalam beberapa jam hingga minggu. GGA bersifat reversible atau dapat kembali sembuh. Penyebab GGA adalah dehidrasi, konsumsi obat-obatan yang nefrotoksik dan sumbatan pada saluran kemih.

Gagal ginjal kronik (GGK) adalah abnormalitas struktur atau fungsi ginjal yang terjadi selama lebih dari 3 bulan, bersifat progresif dan tidak dapat pulih kembali dengan laju filtrasi glomerulus (LFG) < 60.  GGK disebabkan oleh hipertensi, diabetes mellitus, sumbatan pada saluran kemih (batu, tumor, prostat), penyakit pada glomerulus (glomerulonephritis), penyakit kista pada ginjal (policystic kidney), penyakit ginjal karena penyakit autoimun (nefritis lupus). Penyebab paling sering dari GGK adalah diabetes mellitus dan disusul oleh hipertensi.

Gejala dari GGK berupa cepat lelah, mual, muntah, sesak nafas, berat badan turun,  bengkak pada muka dan kaki, BAK sedikit atau sulit, gatal-gatal pada kulit, sulit tidur, kejang, dan kadang tidak sadar. Tanda dari GGK berupa peningkatan dari nilai creatinin, proteinuria, anemia, ukuran ginjal yang mengecil pada USG ginjal, serta hasil biopsi ginjal yang menunjukkan adanya gambaran GGK.

GGK memiliki 5 stadium. Stadium 1-3 bersifat asimtomatik atau tidak bergejala. Stadium 4 dan 5 simtomatik dengan gejala-gejala GGK seperti yang disebutkan di atas mulai terlihat. Pada stadium 1-3 penanganan pasien berupa mengontrol faktor risiko GGK berupa kontrol gula yang baik pada pasien diabetes mellitus, kontrol tekanan darah pada pasien hipertensi, menghilangkan sumbatan jika memang ada sumbatan. Pada stadium 5 pasien GGK diterapi dengan transplantasi ginjal, hemodialisis atau CAPD (Continuous Ambulatory Peritoneum Dialysis).

Deteksi dini GGK dengan rutin kontrol ke dokter penyakit dalam untuk pasien-pasien yang memiliki penyakit diabetes mellitus, hipertensi, penyakit autoimun atau penyakit kista ginjal. Dengan kontrol rutin dapat mendeteksi dini adanya gangguan pada fungsi ginjal sehingga dapat diperlambat progresivitas penyakitnya.

Pencegahan GGK berupa olah raga teratur, konsumsi air putih yang cukup, hindari kelebihan berat badan, perhatikan pola makan, kurangi konsumsi garam, hindari alkohol dan rokok, konsumsi obat sesuai dokter, jauhi stress, kontrol tekanan darah, menjaga kadar gula darah, dan periksa ginjal secara berkala.

Jadi, yuk hidup lebih berkualitas dengan ginjal yang sehat. Sayangi ginjalmu ya #SobatSehat.

2 Comments

Comments are closed.