
RS UNS – Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret (RS UNS) sukses menggelar acara “Dialog Sehat” yang disiarkan secara langsung melalui akun Instagram dan YouTube resminya pada Rabu, 3 Desember 2025. Acara ini membahas topik penting dan diminati, yaitu “Solusi Sehat Menurunkan Berat Badan”, dengan tujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai cara penurunan berat badan yang aman dan berbasis bukti ilmiah. Dialog Sehat ini dipandu oleh dr. Oryzavira Gayatri dan menghadirkan narasumber ahli di bidangnya, dr. Budiyanti Wibowo Rini, M.Kes, Sp.GK. (Spesialis Gizi Klinik).
Definisi Obesitas
Dr. Budiyanti mengawali diskusi dengan menegaskan definisi obesitas menurut WHO, yaitu bukan sekadar peningkatan berat badan berlebih, melainkan sudah dikategorikan sebagai penyakit kronis multifaktorial. Penentuan obesitas diukur menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT), yaitu berat badan (kg) dibagi tinggi badan kuadrat (m2), jika hasilnya lebih dari 25 dikategorikan obesitas (untuk dewasa). Namun, pengukuran yang lebih akurat adalah melihat persentase lemak tubuh (menggunakan alat Bioelectrical Impedance Analysis) dan pengukuran lingkar pinggang.
Bahaya Diet Ekstrem dan Kecepatan Penurunan Berat Badan
Mengenai keinginan masyarakat untuk menurunkan berat badan secara cepat, Dr. Budiyanti memberikan peringatan keras. Berdasarkan panduan medis, penurunan berat badan yang sehat dan direkomendasikan adalah hanya 0,5 hingga maksimal 1 kilogram per minggu.
Penurunan berat badan yang terlalu cepat sering dicapai melalui pola makan yang sangat rendah kalori (Very Low Calorie Diet atau VLCD, di bawah 800 kalori/hari), yang berisiko menyebabkan defisiensi mikronutrien (vitamin dan mineral).
“Semua zat gizi kita butuhkan, tidak ada yang satu lebih super dari yang lain. Kalau kita mengonsumsi makanan yang sangat minimal, biasanya yang mikro ini ketinggalan,” jelas Dr. Budiyanti.
Strategi Diet Aman dan Efektif: Pola Seimbang dan Individual
Dr. Budiyanti menekankan bahwa tidak ada satu pola diet yang cocok untuk semua orang (one size fits all). Pola diet harus disesuaikan dengan kebutuhan individu dan faktor penyebab obesitasnya (misalnya, masalah hormonal, efek obat, atau kurang aktivitas fisik).
Kunci pola makan yang aman dan efektif adalah:
- Rendah kalori, tapi seimbang (Makronutrien – karbohidrat, protein, lemak – dan Mikronutrien harus tercukupi).
- Menerapkan pola makan 3J (Jadwal, Jenis, Jumlah).
- Memprioritaskan sayuran dan buah-buahan, bahkan dianjurkan mengkonsumsi sayur terlebih dahulu saat makan. Serat pada sayur dapat mengenyangkan lebih lama dan memperlambat kenaikan gula darah.
Olahraga sangat penting dalam perjalanan penurunan berat badan. Tujuannya adalah:
- Membakar kalori.
- Membentuk massa otot (dengan latihan beban). Massa otot yang lebih besar akan meningkatkan laju metabolisme basal, membuat tubuh membakar kalori lebih banyak bahkan saat istirahat.
Evaluasi Diet dan Kapan Harus Konsultasi Gizi
Jika berat badan mengalami stagnasi (stuck), Dr. Budiyanti menyarankan evaluasi menyeluruh, seperti mencatat pola makan, mengidentifikasi makanan “ringan” berkalori tinggi (misalnya kerupuk atau cookies), serta memeriksa kemungkinan gangguan kesehatan lain atau tingkat stres.
Mengenai suplemen, Dr. Budiyanti berpesan bahwa perubahan gaya hidup adalah prinsip dasar mengelola obesitas. Suplemen hanya diperlukan dalam kondisi tertentu dan di bawah pengawasan ahli, misalnya pada atlet atau individu yang harus menjalani diet VLCD.
Untuk Ibu Menyusui, diet ketat tidak disarankan. Menyusui penuh dan aktivitas merawat bayi sudah membakar energi yang besar (sekitar 500–600 kalori per hari) sehingga berat badan cenderung turun secara alami.
Dr. Budiyanti menyarankan masyarakat untuk berkonsultasi dengan dokter gizi di awal perjalanan diet, terutama jika memiliki penyakit penyerta (diabetes, hipertensi) atau jika diet mandiri tidak berhasil. Konsultasi bertujuan untuk menetapkan target dan rencana yang aman, sementara pemeliharaan (maintenance) dapat dilanjutkan secara mandiri.

Pesan Penutup
Untuk menurunkan berat badan secara sehat, butuh kesabaran, konsistensi, dan pendekatan yang tepat. Fokus kita tidak hanya sekadar angka di timbangan, tapi kesehatan tubuh secara menyeluruh. Pola makan seimbang disertai olahraga dan gaya hidup sehat jauh lebih penting daripada solusi instan.
Untuk mendukung perjalanan diet sehat dan kebutuhan gizi Anda, RS UNS kini menyediakan pelayanan Poliklinik Gizi yang dapat diakses di Poliklinik Eksekutif setiap hari Rabu, atau melalui perjanjian untuk waktu yang lebih fleksibel.
Informasi lebih lanjut mengenai Live Dialog Sehat ini dapat disimak melalui kanal YouTube resmi RS UNS:
