RS UNS Gelar Pengabdian Masyarakat HUT ke-9 di SD Lazuardi Kamila: Penyuluhan Interaktif, Pemeriksaan Gigi, Lomba Kreatif dan Kuis Berhadiah

RS UNS Gelar Pengabdian Masyarakat HUT ke-9 di SD Lazuardi Kamila: Penyuluhan Interaktif, Pemeriksaan Gigi, Lomba Kreatif dan Kuis Berhadiah

RS UNS – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-9, Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret (RS UNS) menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan tajuk “Senyum Sehat Ceria Bersama RS UNS” di SD Lazuardi Kamila, Surakarta pada Kamis, 21 Agustus 2025. Kegiatan ini diprakarsai oleh Tim KSM Gigi dan Mulut RS UNS bekerja sama dengan Promosi Kesehatan Rumah Sakit (Promkes RS UNS), sebagai wujud nyata komitmen rumah sakit untuk mendukung kesehatan gigi anak-anak sejak usia dini.
Kesehatan gigi dan mulut anak usia sekolah masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Berdasarkan data Riskesdas 2018, lebih dari 90% anak mengalami masalah gigi, dengan karies sebagai penyakit terbanyak. Kondisi ini sering kali diabaikan karena dianggap sepele, padahal dapat memengaruhi konsentrasi belajar, pola makan, bahkan tumbuh kembang anak.
Melalui peringatan HUT RS UNS yang ke-9, rumah sakit pendidikan ini mengajak masyarakat untuk semakin peduli terhadap kesehatan gigi. SD Lazuardi Kamila dipilih sebagai mitra karena merupakan sekolah dengan siswa usia sekolah dasar awal, fase krusial untuk membentuk kebiasaan baik menjaga kebersihan gigi dan mulut.

Penyuluhan Interaktif: Belajar Sambil Bermain
Tim RS UNS memberikan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut yang dikemas dengan cara interaktif dan menyenangkan. Berbeda dengan penyuluhan formal di kelas atau seminar, kegiatan ini dilakukan tanpa menggunakan media presentasi seperti slide, melainkan melalui cerita, dialog ringan, demonstrasi langsung, dan kuis sederhana.
Metode ini dipilih karena anak-anak usia sekolah dasar lebih mudah menyerap informasi melalui pendekatan bermain sambil belajar. Tim Promkes RS UNS membuka sesi dengan ice breaking berupa lagu singkat mengenai cucui tangan yang benar. Lagu tersebut dinyanyikan bersama-sama agar anak-anak lebih rileks dan antusias mengikuti jalannya kegiatan.
Setelah itu, petugas menjelaskan dengan bahasa sederhana mengenai fungsi gigi, mengapa gigi bisa berlubang, serta kebiasaan sehari-hari yang dapat merusak atau menjaga kesehatan gigi. Misalnya, anak-anak diajak menyebutkan contoh makanan yang sering mereka makan di sekolah, lalu bersama-sama dibedakan mana yang baik untuk gigi (buah, sayur, air putih) dan mana yang bisa merusak gigi jika berlebihan (permen, cokelat, minuman manis).

Agar pesan lebih mudah diingat, tim RS UNS juga memberikan tips 3 waktu penting sikat gigi, yaitu setelah sarapan, sebelum tidur malam dan bila memungkinkan setelah makan makanan manis. Untuk memperkuat pemahaman, penyuluhan ditutup dengan kuis interaktif. Anak-anak diberi pertanyaan sederhana seperti:
• “Kapan waktu yang tepat untuk menyikat gigi?”
• “Apa yang terjadi kalau kita terlalu sering makan permen?”
• “Harus berapa kali dalam sehari kita menyikat gigi?”
Mereka yang bisa menjawab dengan benar diberikan hadiah menarik, termasuk voucher pemeriksaan gigi di RS UNS. Sesi kuis ini membuat anak-anak semakin antusias, bahkan beberapa siswa yang awalnya pendiam mulai berani mengangkat tangan dan menjawab.
Suasana penyuluhan terasa hangat dan penuh keceriaan. Guru-guru pun turut mendampingi sambil memastikan anak-anak mencatat poin-poin penting. Dengan metode interaktif ini, penyuluhan tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menanamkan kebiasaan baik melalui pengalaman langsung yang mudah diingat oleh anak.

Pemeriksaan Gigi: Fondasi Kesehatan Anak Sejak Dini
Salah satu rangkaian utama dalam kegiatan pengabdian masyarakat HUT ke-9 RS UNS adalah pemeriksaan gigi gratis yang dilakukan oleh tim dokter gigi dan perawat KSM Gigi dan Mulut. Seluruh siswa kelas 1 SD Lazuardi Kamila diperiksa satu per satu dengan menggunakan peralatan standar kedokteran gigi yang higienis dan aman untuk anak.
Pemeriksaan meliputi identifikasi gigi berlubang (karies), kondisi kebersihan mulut, kesehatan gusi, pertumbuhan gigi permanen, serta kebiasaan sehari-hari anak yang dapat memengaruhi kesehatan gigi. Anak-anak diperiksa di ruang khusus yang sudah disiapkan, sementara teman-temannya menunggu giliran dengan tertib. Suasana dibuat santai dan ramah agar siswa tidak merasa takut.

Banyak anak yang baru pertama kali menjalani pemeriksaan gigi oleh dokter. Oleh karena itu, tim medis RS UNS memberikan pendekatan komunikatif, misalnya dengan menjelaskan fungsi alat, menunjukkan cara menyikat gigi yang benar, hingga memberi pujian ketika anak berani membuka mulut untuk diperiksa. Hal ini terbukti efektif menumbuhkan rasa percaya diri dan mengurangi kecemasan anak.
Hasil pemeriksaan menunjukkan variasi kondisi kesehatan gigi. Ada anak yang giginya masih sehat dan terawat dengan baik, namun ada pula yang sudah memiliki tanda-tanda karies atau gigi berlubang. Untuk kasus tertentu, orang tua diberikan catatan dan saran agar membawa anak melakukan pemeriksaan lanjutan di RS UNS. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya bersifat skrining, tetapi juga menjadi pintu masuk untuk tindak lanjut medis yang lebih komprehensif.

Lomba Mewarnai & Kuis Edukatif: Belajar Kesehatan Gigi dengan Cara Menyenangkan
Untuk menambah keceriaan acara, RS UNS juga menghadirkan kegiatan kreatif berupa lomba mewarnai bertema kesehatan gigi. Setiap anak mendapatkan lembar gambar bergambar karakter gigi sehat, anak yang sedang menyikat gigi, dan makanan sehat. Dengan penuh semangat, anak-anak mulai mewarnai dengan crayon yang dibawa dari rumah. Suasana kelas menjadi ceria dengan tawa dan obrolan kecil antar siswa, sementara guru dan tim RS UNS berkeliling memberikan semangat.

Lomba ini bukan sekadar kegiatan seni, melainkan juga cara kreatif untuk menanamkan pesan kesehatan. Anak-anak yang sedang mewarnai sekaligus diajak mengingat bahwa gigi yang sehat harus dirawat dengan benar. Beberapa anak bahkan menggambar gigi putih cerah dikelilingi buah dan sayur, menandakan bahwa mereka memahami hubungan antara makanan sehat dan kesehatan gigi.
Selain lomba mewarnai, RS UNS juga mengadakan kuis kesehatan gigi yang dikemas secara interaktif. Pertanyaan yang diberikan sederhana namun sarat edukasi, seperti:
• “Berapa kali kita harus menyikat gigi dalam sehari?”
• “Kapan waktu yang tepat untuk menyikat gigi?”
• “Makanan apa yang bisa bikin gigi berlubang kalau dimakan terlalu sering?”
• “Apa yang harus kita lakukan kalau gigi kita sakit?”
Setiap kali pertanyaan dilontarkan, tangan-tangan kecil langsung terangkat dengan penuh antusias. Anak-anak berebut ingin menjawab dengan suara lantang, sementara teman-temannya bersorak memberi semangat. Suasana riuh namun penuh keceriaan membuat penyuluhan terasa seperti permainan yang menyenangkan.
Bagi anak-anak yang berhasil menjawab dengan benar, RS UNS memberikan hadiah menarik, salah satunya berupa voucher pemeriksaan gigi gratis di RS UNS. Hadiah ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus motivasi agar anak-anak semakin termotivasi untuk merawat gigi dan memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia. Selain voucher, beberapa anak juga mendapatkan hadiah hiburan seperti botol minum yang semakin membuat mereka gembira.

HUMAS UNS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *