Sosialisasi Program Bersinar – “BERSIH DARI NARKOBA RAIH PRESTASI”

Sosialisasi Program Bersinar – “BERSIH DARI NARKOBA RAIH PRESTASI”

RS UNS – Pada tanggal 21 Agustus 2025 Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret (RS UNS) kembali menunjukkan komitmennya dalam Upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda melalui kegiatan penyuluhan bertajuk “BERSINAR, Bersih Tanpa Narkoba, Raih Prestasi”. Acara ini dilaksanakan di SMPN 9 Surakarta dengan diikuti oleh sebanyak 280 siswa. Kegiatan berlangsung di Pajang, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57146, dengan melibatkan siswa-siswi sebagai peserta utama

Acara diawali dengan sambutan dari Ibu Siti Lartifa, S.Pd., M.Pd., Kepala Sekolah SMPN 9 Surakarta, yang menegaskan bahwa sekolah memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga siswa agar terhindar dari pengaruh narkoba, sehingga mampu tumbuh sehat, berprestasi, dan berkarakter positif.

Materi pertama dibawakan oleh dr. Rahma Sanityasa (Dokter Umum RS UNS) yang menjelaskan secara mendalam mengenai apa itu narkoba, jenis-jenis narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lain. Beliau menekankan dampak serius narkoba terhadap kesehatan tubuh, mulai dari kerusakan organ vital, gangguan sistem saraf, hingga risiko kematian akibat overdosis. Tidak hanya narkoba, bahaya rokok juga diuraikan, termasuk kandungan beracun seperti nikotin, tar, karbon monoksida, hingga logam berat yang dapat memicu penyakit jantung, kanker, serta kecanduan.

Lalu sesi kedua dibawakan oleh Ninda Alza Zahra, S.Psi., M.Psi. (Psikolog RS UNS), yang menguraikan dampak psikologis rokok dan narkoba pada remaja. Beliau menyampaikan bahwa faktor penasaran, tekanan teman sebaya, atau sekadar ingin terlihat “keren” sering menjadi pintu masuk bagi remaja mencoba rokok dan narkoba. Padahal, dampaknya sangat besar: menurunnya prestasi akademik, gangguan konsentrasi, kecemasan, depresi, hingga masalah dalam hubungan sosial dengan keluarga maupun teman.

Akibat Penyalahgunaan Narkoba dan Rokok

Dari materi yang dipaparkan, jelas bahwa penyalahgunaan narkoba maupun rokok membawa akibat jangka pendek maupun panjang, antara lain:
• Fisik: kerusakan organ hati, paru-paru, jantung, sistem saraf, serta risiko kematian mendadak akibat overdosis.
• Psikologis: kecemasan, depresi, gangguan konsentrasi, hingga perubahan perilaku ekstrem.
• Sosial: memburuknya hubungan dengan keluarga dan teman, menurunnya prestasi akademik, serta risiko terjerat masalah hukum.

Cara Pencegahan

Untuk mencegah siswa terjerumus pada narkoba dan rokok, RS UNS mengingatkan pentingnya langkah pencegahan sejak dini, di antaranya:
1. Menolak ajakan teman sebaya yang mencoba memengaruhi.
2. Mengisi waktu dengan kegiatan positif seperti olahraga, seni, dan organisasi sekolah.
3. Mengelola stres dengan cara sehat melalui relaksasi, menulis jurnal, atau berbagi cerita dengan orang terpercaya.
4. Mendapatkan dukungan dari keluarga dan sekolah melalui komunikasi terbuka dan bimbingan yang konsisten.
5. Meningkatkan pengetahuan tentang bahaya narkoba dan rokok agar siswa tidak mudah tergiur untuk mencoba.
6. Segera mencari bantuan profesional jika sudah terlanjur mencoba agar tidak terjerumus lebih jauh.

Sesi Tanya Jawab

Penyuluhan semakin menarik dengan adanya sesi tanya jawab yang melibatkan partisipasi aktif siswa SMPN 9 Surakarta. Beberapa pertanyaan penting yang muncul di antaranya:

Dalam sesi tanya jawab, sejumlah pertanyaan menarik muncul dari para siswa. Rafatah, salah seorang peserta, menanyakan apa yang dimaksud dengan pil koplo. Pertanyaan tersebut dijawab oleh dr. Rahma yang menjelaskan bahwa pil koplo termasuk psikotropika golongan IV yang sering disalahgunakan. Obat ini umumnya digunakan sebagai penenang atau obat tidur, namun jika dipakai tanpa pengawasan medis dapat menimbulkan efek berbahaya seperti rasa kantuk berlebihan, gangguan koordinasi, kecanduan, hingga kerusakan organ tubuh.

Sementara itu, Nasyifa mengajukan pertanyaan mengenai apa yang akan dilakukan jika seseorang kecanduan narkoba dan ditempatkan di pusat rehabilitasi. Menanggapi hal ini, Psikolog RS UNS, Ninda Alza, menjelaskan bahwa di tempat rehabilitasi pecandu narkoba akan menjalani program pemulihan yang terstruktur. Proses tersebut meliputi detoksifikasi atau pembersihan zat dari tubuh, konseling psikologis, terapi perilaku, serta pembinaan mental dan sosial. Rangkaian ini bertujuan memulihkan kondisi fisik dan mental pecandu agar dapat kembali menjalani kehidupan normal di masyarakat.

Acara berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Para siswa aktif menyimak dan terlibat dalam sesi diskusi. RS UNS berharap melalui kegiatan ini, siswa semakin memahami bahaya narkoba dan rokok serta mampu menghindarinya, sehingga dapat meraih prestasi optimal tanpa terjerat dampak buruk penyalahgunaan zat adiktif.

Sebagai bentuk kepedulian tambahan, kegiatan ditutup dengan pembagian makanan bergizi bagi peserta. Hal ini sekaligus menjadi simbol bahwa menjaga kesehatan bukan hanya dengan menjauhi narkoba, tetapi juga dengan memenuhi kebutuhan gizi secara seimbang.

HUMAS RS UNS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *