Penyakit Asam Urat: Penyebab, Cara Mencegah, dan Langkah Penanganan

Penyakit Asam Urat: Penyebab, Cara Mencegah, dan Langkah Penanganan


RS UNS – Penyakit asam urat membawa risiko kesehatan serius yang memerlukan perhatian khusus. Meskipun sering dianggap sebagai penyakit yang hanya menyerang lansia, kenyataannya kondisi ini juga dapat dialami oleh orang muda, remaja, hingga anak-anak.

 

Apa Itu Penyakit Asam Urat?

Dikenal juga dengan istilah gout arthritis, penyakit ini merupakan gangguan yang memicu nyeri hebat secara mendadak pada persendian. Gejala fisik yang muncul meliputi sendi yang membengkak, terasa hangat, memerah, serta menjadi lunak saat disentuh.

Penyebab utama serangan nyeri ini adalah tingginya kadar asam urat dalam darah yang kemudian mengkristal menjadi bentuk menyerupai jarum (monosodium uric acid) di rongga sendi dan jaringan sekitarnya. Rasa nyeri yang luar biasa muncul akibat peradangan saat tubuh berusaha membuang kristal-kristal tersebut.

Serangan asam urat umumnya bersifat lokal, yakni hanya menyerang satu persendian dalam satu waktu, seringnya sendi besar jari-jari kaki. Meski begitu, area lain seperti lutut, pergelangan tangan, hingga siku juga kerap menjadi sasaran. Dalam kondisi tertentu yang lebih langka, rasa nyeri ini bahkan bisa menjalar hingga ke bahu, pinggul, atau tulang belakang. Namun, pengalaman setiap orang tidaklah sama, ada yang hanya sekali merasakan nyeri, namun ada pula yang harus berjuang melawan nyeri hebat dalam waktu lama.

 

Tahapan Penyakit Asam Urat

Terdapat empat fase perkembangan penyakit ini:

  • Tahap 1 : Kadar asam urat dalam darah sudah tinggi, namun belum ada serangan nyeri.
  • Tahap 2 : Terjadi serangan akut yang menimbulkan peradangan dan nyeri pada sendi.
  • Tahap 3 : Pasien merasa pulih setelah nyeri mereda, namun tetap memiliki risiko serangan berulang.
  • Tahap 4 : Muncul gumpalan asam urat atau tophi, disertai serangan yang lebih sering dan intensitas nyeri yang semakin hebat.

 

Gejala dan Faktor Penyebab

Serangan sering kali muncul tiba-tiba pada malam hari atau saat bangun pagi. Gejalanya meliputi nyeri sendi yang hebat, pembengkakan, kulit kemerahan/keunguan, sulit menggerakkan sendi, hingga rasa sakit meski hanya tersentuh kain tipis.

Kondisi ini terjadi akibat kelebihan asam urat dalam tubuh. Asam urat dihasilkan saat tubuh mengolah purin, zat yang banyak ditemukan dalam daging merah, jeroan, makanan laut, kerang, alkohol (bir dan anggur merah), serta akibat olahraga berlebih.

Beberapa kondisi yang memperbesar kemungkinan terkena asam urat antara lain faktor genetik, obesitas, diabetes, tekanan darah tinggi, stres, dehidrasi, efek kemoterapi/operasi, serta konsumsi obat atau vitamin tertentu.

 

Diagnosis dan Cara Mengatasi

Dokter akan meninjau riwayat kesehatan, memeriksa fisik sendi, serta melakukan tes darah untuk mengukur kadar asam urat. Jika diperlukan, pengambilan sampel cairan sendi atau pencitraan sinar-X dilakukan untuk memastikan tidak ada kondisi lain yang memicu pembengkakan. Perlu dicatat bahwa kadar asam urat tinggi tidak selalu berarti seseorang menderita gout, begitupun sebaliknya.

Meskipun tidak dapat disembuhkan total, asam urat bisa dikendalikan melalui:

  • Konsumsi obat sesuai saran dokter dan jangan meminum obat sembarangan yang dijual di warung.
  • Modifikasi pola makan dengan menghindari asupan tinggi purin.
  • Menghindari alkohol dan memperbanyak minum air putih.
  • Mengistirahatkan sendi dan memposisikan kaki lebih tinggi dari tubuh.

 

Komplikasi dan Pencegahan

Jika dibiarkan tanpa penanganan, asam urat dapat menyebabkan kerusakan dan perubahan bentuk sendi, mobilitas terbatas, tulang rapuh, penumpukan tophi, hingga penyakit ginjal kronis dan batu ginjal.

Beberapa upaya pencegahan yang bisa dilakukan diantaranya:

  • Batasi makanan/minuman manis dan tinggi purin.
  • Jaga berat badan ideal dan rutin berolahraga.
  • Minum air putih minimal 2 liter (8 gelas) sehari.
  • Kontrol kondisi penyerta seperti diabetes dan hipertensi.
  • Cek fungsi ginjal dan kepadatan tulang secara berkala.
  • Segera konsultasikan ke dokter jika Anda mengalami nyeri sendi mendadak di malam atau pagi hari untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika pernah mengalami episode nyeri di persendian terutama ketika di malam saat tidur atau pagi ketika bangun, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Penting untuk mengidentifikasi dan menangani kondisi itu sedini mungkin guna mencegah nyeri berulang dan komplikasinya yang membahayakan.

 

Ditinjau oleh: dr. Oryzafira Gayatri

Referensi:

  1. American College of Rheumatology. (2025). Gout. Tersedia online: https://rheumatology.org/patients/gout [Diakses 11 June 2026].
  2. Mayo Clinic. (2022). Gout: Symptoms and causes. Tersedia online: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gout/symptoms-causes/syc-20372897 [Diakses 11 June 2026].
  3. Mayo Clinic. (2022). Gout: Diagnosis and treatment. Tersedia online: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gout/diagnosis-treatment/drc-20372903 [Diakses 11 June 2026].

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *