
RS UNS – Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret (RS UNS) turut berpartisipasi dalam rangkaian peringatan Dies Natalis Ke-50 Universitas Sebelas Maret (UNS) melalui penyelenggaraan Khitan Massal yang diikuti oleh 100 anak dari berbagai wilayah Solo Raya dan sekitarnya, Minggu (28/6).
Kegiatan yang merupakan hasil kolaborasi antara UNS, RS UNS, serta Dharma Wanita Persatuan (DWP) UNS dan RS UNS ini dibuka secara resmi oleh Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si. Khitan massal menjadi salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan sebagai wujud komitmen UNS dan RS UNS dalam meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Rektor UNS menyampaikan bahwa kegiatan khitan massal merupakan bagian dari semangat Dies Natalis Ke-50 UNS untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat.
“UNS tidak hanya berperan sebagai institusi pendidikan tinggi, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir dan memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Kegiatan khitan massal ini menjadi salah satu bentuk pengabdian yang kami harapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ungkap Hartono.

Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini cukup tinggi. Sebanyak 145 anak mendaftarkan diri sebagai peserta. Setelah melalui proses verifikasi administrasi, sebanyak 135 anak dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi. Selanjutnya, seluruh calon peserta mengikuti skrining kesehatan yang dilaksanakan pada 12 dan 17 Juni 2025 guna memastikan kelayakan tindakan khitan, baik dari aspek kesehatan fisik, kondisi psikologis, maupun faktor medis lainnya yang dapat memengaruhi keamanan tindakan.
Dari hasil skrining tersebut, sebanyak 100 anak dinyatakan layak mengikuti khitan massal.
Untuk menjamin keamanan dan kenyamanan peserta, RS UNS menerjunkan tim kesehatan yang terdiri atas 10 dokter spesialis sebagai operator khitan, didukung oleh dokter umum dan perawat sebagai asisten operator. Pelaksanaan kegiatan juga ditunjang oleh apoteker serta tenaga kesehatan lainnya yang terlibat dalam pelayanan peserta sejak proses registrasi hingga observasi pascatindakan.
![]() |
![]() |
Pada kegiatan ini, tindakan khitan dilakukan menggunakan teknik sirkumsisi atau pemotongan melingkar yang direkomendasikan secara medis karena dinilai lebih bersih, minim perdarahan, serta mempercepat proses penyembuhan.
Hartono menjelaskan bahwa teknik tersebut berbeda dengan metode dorso atau potong atas yang masih banyak digunakan di masyarakat.
“Kalau dengan sirkumsisi itu perdarahannya minimal, sembuhnya cepat, dan bersih. Kalau dorso itu proses khitannya memang cepat, tetapi sembuhnya lama,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, UNS dan RS UNS juga berharap semakin banyak masyarakat yang memilih melakukan khitan di fasilitas pelayanan kesehatan yang memiliki tenaga medis kompeten sehingga keamanan dan kualitas tindakan dapat lebih terjamin.
“Meskipun prosesnya memakan waktu sekitar 30 sampai 40 menit per anak, kami berharap masyarakat semakin memahami pentingnya khitan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan yang kompeten dan di fasilitas yang memadai,” ujarnya.
RS UNS juga menetapkan usia minimal peserta khitan massal, yaitu 10 tahun. Kebijakan tersebut diterapkan berdasarkan pertimbangan kesiapan mental dan psikologis anak dalam menjalani tindakan medis.

“Kalau di bawah 10 tahun tingkat kecemasannya masih tinggi. Kalau sudah menangis kencang, penanganannya tidak mudah. Di usia 10 tahun ke atas biasanya mental anak sudah lebih bagus. Meski sebenarnya secara medis penyembuhan paling cepat itu justru saat bayi baru lahir,” imbuh Hartono.
Selain memperoleh layanan khitan secara gratis, seluruh peserta juga mendapatkan bingkisan berupa sarung, peci, celana batok, dan uang saku. Bingkisan tersebut diharapkan dapat menambah semangat dan kebahagiaan peserta dalam menjalani salah satu momen penting dalam kehidupannya.
Direktur RS UNS menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen RS UNS untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui pelayanan kesehatan yang tidak hanya berfokus pada aspek kuratif, tetapi juga melalui kegiatan promotif, preventif, dan pengabdian kepada masyarakat.

Melalui kegiatan khitan massal ini, RS UNS berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta memperkuat peran rumah sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan, pendidikan, dan pengabdian yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.


