Peringati Hari Anak Nasional 2026, RS UNS dan PAUD Islam Makarima Gelar Talkshow Parenting “Nutrisi Tepat, Tumbuh Hebat”

Peringati Hari Anak Nasional 2026, RS UNS dan PAUD Islam Makarima Gelar Talkshow Parenting “Nutrisi Tepat, Tumbuh Hebat”

RS UNS – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026, Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret (RS UNS) berkolaborasi dengan PAUD Islam Makarima (Makarima Islamic School) sukses menyelenggarakan kegiatan Parenting Talkshow bertajuk “Nutrisi Tepat, Tumbuh Hebat”.

Acara yang berlangsung hangat dan interaktif ini menghadirkan dokter spesialis anak RS UNS, dr. Maria Galuh Kamenyangan Sari, M.Kes, Sp.A, Subsp. NPM, sebagai narasumber utama. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi mendalam mengenai pemenuhan gizi seimbang, evaluasi tumbuh kembang, hingga penanganan berbagai kendala harian dalam pengasuhan anak.


Dalam pemaparannya, dr. Maria Galuh meluruskan pandangan mengenai faktor tinggi badan dan pertumbuhan anak dipengaruhi oleh fator genetik, nutrisi dan stimulasi. “Penggunaan suplemen penambah tinggi atau nutrisi tambahan sangat bergantung pada asupan harian anak. Jika nutrisi harian dari makanan utama sudah tercukupi, suplemen tidak lagi diperlukan. Perlu diingat juga bahwa penyerapan suplemen di dalam tubuh membutuhkan bantuan makronutrisi lain, seperti kecukupan protein, lemak, dan karbohidrat,” jelas dr. Maria Galuh.

Beliau juga menekankan keunggulan protein hewani dibandingkan protein nabati, terutama bagi anak yang tergolong small eater (porsi makan sedikit), karena kandungan nutrisinya yang lebih padat.

Terkait permasalahan berat badan (BB) anak yang sulit naik padahal porsi makannya tampak banyak, dr. Maria mengingatkan orang tua untuk mengevaluasi kualitas nutrisinya, bukan sekadar kuantitas. Kebutuhan protein ideal anak adalah sekitar 2 gram per kilogram berat badan. Perlu diperhatikan juga bahwa konsumsi serat yang berlebihan dari buah dan sayur justru dapat menghambat penyerapan protein. Jika BB anak tetap tidak kunjung naik meski kecukupan protein telah terpenuhi, orang tua disarankan untuk melakukan skrining medis bersama dokter spesialis anak untuk menemukan penyebab pastinya.

Selain masalah nutrisi makro, dr. Maria membagikan sejumlah panduan praktis kesehatan anak:
• Pelibatan Lingkungan Luar: Jika anak cenderung sulit mendengarkan nasihat orang tua (misalnya menolak makanan tertentu karena terpengaruh ucapan temannya), orang tua tidak perlu ragu melibatkan bantuan pihak luar seperti guru atau figur di luar lingkaran keluarga inti untuk membantu memberikan pemahaman.
• Pengenalan Makanan Pemicu Alergi: Reaksi alergi umumnya memanifestasi pada kulit, sistem pencernaan, dan saluran pernapasan. Mengenalkan makanan pemicu alergi (seperti udang) boleh dilakukan secara bertahap, misalnya dimulai dari kuah kaldunya terlebih dahulu dengan syarat mutlak dilakukan saat kondisi anak benar-benar sehat dan bugar.
• Batasan Gula dan Susu UHT: Konsumsi gula tambahan pada anak idealnya dibatasi maksimal akumulasi 1 sendok teh per hari. Pemberian jus buah diperbolehkan untuk anak di atas usia 1 tahun, dan lebih tanpa gula tambahan karena buah sudah mengandung gula alami. Pemberian susu UHT pada anak dibatasi maksimal 500 ml per hari. Pilihlah jenis plain dan cermat memeriksa label komposisi untuk memilih merek dengan kandungan gula yang paling rendah.
• Penanganan Masalah Pencernaan (Konstipasi): Konstipasi atau sembelit adalah kondisi ketika anak tidak BAB lebih dari 3 hari. Penyebabnya beragam, mulai dari kurangnya asupan cairan, konsumsi serat yang terlalu sedikit atau justru berlebihan, kurangnya prebiotik, faktor alergi, hingga trauma emosional yang membuat anak enggan BAB. Untuk memperkaya mikrobioma usus, dr. Maria Galuh menyarankan orang tua untuk mengganti variasi sumber atau merek prebiotik secara berkala. Apabila konstipasi berlangsung berkepanjangan, terlebih jika sudah berdampak pada berat badan anak yang sulit naik, orang tua disarankan segera melakukan skrining ke dokter spesialis anak untuk mengetahui penyebab pasti dan solusinya.
Sesi diskusi disambut dengan antusiasme tinggi dari para orang tua dan wali murid Makarima Islamic School yang aktif berkonsultasi mengenai dinamika tumbuh kembang buah hati mereka.

Sebagai penutup, dr. Maria Galuh mengingatkan para orang tua untuk tidak membanding-bandingkan anak dengan anak lainnya.
“Jangan membanding-bandingkan anak kita dengan anak lain, karena setiap anak memiliki kondisi dan permasalahan yang berbeda. Membandingkan hanya boleh dilakukan sebatas evaluasi mandiri. Untuk mewujudkan tumbuh kembang anak yang optimal, kunci utamanya adalah konsistensi dalam pemenuhan nutrisi seimbang serta stimulasi yang tepat,” tutup dr. Maria Galuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *